DAPAT DOBEL ? APAKAH BISA SUAMI ISTRI YANG MASIH 1 KK MENERIMA BANTUAN UMKM/BPUM ?

Apa kabar sahabat menarasiger.com ? Ini merupakan artikel perdana yang saya tulis pada tahun 2021, semoga di tahun ini kita semua bisa berbuat lebih baik lagi untuk kehidupan kita serta diberi kesehatan, umur panjang, kelapangan dan keberkahan rizki, aaminn.

Bantuan UMKM atau BPUM (Bantuan Produktif Usaha Mikro) merupakan bantuan stimulus covid19 untuk para pelaku usaha mikro yang terdampak pandemic. Bantuan ini mulai disalurkan pada bulan Agustus 2020, kemudian kemenkop membuka pendaftaran untuk tahap 1 dan 2, dan sampai dengan Desember 2020 sudah ada 12 Juta pelaku UMKM yang mendapatkan BPUM, dengan nilai manfaat sebesar 2.400.000 diberikan hanya sekali salur.



Dan di tahun 2021 ini Kementrian koperasi dan UKM kembali mengajukan ke Kementrian keuangan dengan kuota 12 Juta UMKM lagi, kita sama-sama berharap agar permohonan tersebut segera disetujui oleh kementrian Keuangan sehingga Pendaftaran Bantuan UMKM untuk Tahap 3 segera dibuka. Untuk pendaftarannya tetap tunggu info resminya ya… akan kami update di portal menarasiger.com

Ada syarat yang harus dipenuhi untuk mendaftar bantuan umkm, syaratnya adalh sebagai berikut :

1.     Warga Negara Indonesia

2.     Mempunyai Nomor Induk Kependudukan (NIK)

3.     Memiliki Usaha

4.     Bukan ASN, TNI/POLRI serta pegawai BUMN dan BUMD

5.     Tidak sedang menarima kredit atau pembiayaan dari perbankan dan KUR

Namun dalam penyaluran program Bantuan UMKM/BPUM banyak sekali pelaku usaha yang mengalami kendala saat melakukan pendaftaran, mulai dari pendaftar yang tidak mengetahui statusnya karena tidak muncul di eform BRI, ada juga yang status NIK nya terdaftar tapi data tidak sesuai sampai dengan ada sahabat UMKM yang mendapatkan semuanya padahal masih satu KK.

Pada artikel ini kami akan membahas apakah bisa suami istri yang masih dalam satu KK menerima bantuan tersebut secara bersamaan? Apakah diperbolehkan? Dan yang sudah terlanjur menerima apakah ada sanksi yang diterima ?

Pertanyaan tersebut dijawab langsung oleh  Deputi Bidang Pembiayaan Kementrian Koperasi dan UKM Hanung Harimba Rachman, Hanung memastikan, beberpa atau bahkan semua anggota keluarga dalam 1 KK bisa saja menerima BLT UMKM.

Syaratnya adalah masing-masing anggota keluarga tersebut wajib memiliki usaha yang berbeda dari anggota keluarga yang lain. …… hanya saja lanjut Hanung, untuk golongan ini tidak akan menjadi prioritasnya dikarenakan ada beberapa alasan.

Karena dana juga terbatas, lalu masyarakat yang lain yang membutuhkan bantuan ini masih sangat banyak ya.. maka dari itu tidak kita prioritaskan, “ Kata hanung saat dihubungi kompas,com

 Di satu sisi, tutur Hanung, pihaknya juga tidak mengatur apakah beberapa atau semua anggota keluarga dalam 1 KK boleh menerima bantuan atau tidak. Pihaknya berharap penerima BLT UMKM Rp 2,4 juta ini dapat tersalur secara merata kepada masyarakat yang membutuhkan.

Pada kesempatan ini, Hanung juga mengaku bahwa pihaknya sedikit mengalami kesulitan ketika harus menyaring satu per satu penerima bantuan ini.

"Kalau kita tidak bisa mendeteksi dan akhirnya lolos dapat bantuan, ya sudah enggak apa-apa karena juga enggak melanggar peraturan," jelasnya.
Lebih lanjut, Hanung menyebut bahwa pihaknya harus bekerja dan bergerak cepat untuk mengambil keputusan. Apabila terlalu rumit, nantinya akan berujung pada lamanya waktu penyaluran bantuan.

"Waktu itu arahan saat rapat komite dikatakan kalau jangan dibuat rumit. Kalau terlalu rumit nanti malah enggak tersalur," kata dia. "Sehingga, kalau ada yang "ngrembes" (beberapa atau semua anggota keluarga dalam 1 KK dapat bantuan) seperti itu ya mungkin saja ada, tapi presentasenya kecil sekali," imbuh dia.
Dari Jawaban Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop UKM tersebut, terkait apakah bisa suami istri yang 1 KK menerima Bantuan UMKM/BPUM  secara bersamaan kesimpulannya adalah sebagai berikut :

1.     Boleh-boleh saja asalkan memiliki usaha yang berbeda satu sama lain, jadi bukan usaha yang sama ya…

2.     Namun untuk katagori ini tidak menjadi prioritas penyaluran, karena kemenkop mengharapkan Bantuan tersalur secara merata ke seluruh pelaku UMKM

3.     Kemenkop juga tidak mengatur apakah beberapa atau semua anggota keluarga dalam 1 KK boleh menerima bantuan atau tidak.

4.     Kemenkop memiliki kesulitan untuk menyaring satu persatu penerima bantuan ini.

5.     Kemenkop dituntut untuk menyalurkan dengan cepat dengan proses yang mudah dan tidak rumit, sehingga dana mudah tersalur ke pelaku UMKM dan segera terjadi perputaran ekonomi yang positif di tengah dampak pandemic.

Pada tahap yang ke 3 jika suami istri memiliki usaha yang berbeda maka sah-sahnya saja jika akan sama-sama melakukan pendaftaran, karena tidak ada aturan yang mengatur hal tersebut, namun untuk katagori ini memang bukan menjadi prioritas Kementrian Koperasi dan UKM. Kemenkop UKM berharap bantuan ini bisa tersalur secara merata ke seluruh masyarakat Indonesia yang masuk dalam kriteria.

Subscribe to receive free email updates:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tinggalkan pesan