Contoh Surat Kronologis Kematian Karena Sakit untuk Klaim Asuransi



Banyak sekali yang mengeluhkan betapa susahnya mengajukan klaim asuransi, baik itu asuransi TLO maupun asuransi jiwa, dan ada sebuah anggapan bahwa apa yang dijanjikan oleh marketing asuransi itu hanya manis di awal saja, bagaimana tidak dengan membayar premi asuransi sebesar Rp. 50.000 (Lima puluh ribu rupiah) pembiayaan kita di lembaga keuangan dengan jumlah Rp. 40.000.000 (Empat puluh juta rupiah) dapat diselesaiakan jika kita meninggal dunia.?

Dalam lembaga keuangan asuransi merupakan salah satu cara mitigasi atau pengalihan resiko, mengingat lembaga keuangan meruapakan bisnis yang penuh dengan resiko, debitur yang mendapatkan fasilitas pembiayaan tidak ada yang bisa menjamin bahwa dikemudian hari dia akan menyelesaikan pembiayaannya sesuai jadwal yang telah di tentukan, walaupun prinsip kehati-hatian sudah diterapkan sebelum realisasi pembiayaan.


Banyak sekali faktor yang menyebabkan debitur gagal bayar, diantaranya usaha yang surut, kebangkrutan, kebakaran, bahkan sampai dengan debitur meninggal dunia. Fungsi asuransi dalam lembaga keuangan adalah untuk memindahkan resiko kredit macet.



Kembali lagi ke permasalahan diatas yaitu proses klaim asuransi, banyak sekali kasus meninggalnya debitur, ada yang meninggal karena sakit, karena kecelakaan, kemudian ada yang meninggal di rumah ada pula yang meninggal di rumah sakit, sahabat menarasiger.com jangan mengangap proses pengajuan klaim nya sama ya…

Intinya dokumen yang kita ajukan harus dilengkapi sesuai dengan kejadian yang terjadi dengan debitur kita, jika memang sudah lengkap dan tidak ada kekeliruan pihak asuransi juga tidak akan mempersulit pencairan dana klaimnya. Ini pengalaman admin ya.. kurang lebih telah melakukan klaim asuransi terhadap sepuluh debitur yang meninggal pada tiga perusahaan asuransi yang berbeda.



Dalam hal ini admin merasa perlu berbagi contoh surat Kronologis Kematian yang di karenakan sakit semoga bermanfaat..  


Surat kronologis kematian Alm. Basori

Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama                     : SURATINAH
Pekerjaan               : Mengurus Rumah Tangga
Alamat                   : Dusun IX Bangurejo RT/RW 004/009 Kec.Bangunrejo 
Status                    : Istri Almarhum
Melalui surat ini saya menyatakan bahwa benar Almarhum suami saya telah meninggal dunia pada hari Rabo tanggal 06 Maret 2019 di rumah kami sendiri yang beralamat di Kampung Bangunrejo Kec. Bangunrejo Kab. Lampung Tengah. Dapat saya sampaikan pula bahwa dua tahun terakhir suami saya mengalami sakit jantung dan setiap dua minggu sekali ke klinik untuk mendapatkan resep pengobatan dari Dokter.

Pada hari selasa 5 Maret 2019 suami dan saya ta’ziah ke Bandar Jaya karena ada saudara yang meninggal, kemudian pada hari Rabu 06 Maret 2019 tepatnya jam 06.00 pagi suami saya meminta sarapan seperti biasanya dan dilanjutkan mencuci mobil, tepat pada pukul 08.50 suami saya sudah terbaring di lantai dapur dalam kondisi tidak sadarkan diri, kemudian pada pukul 09.00 suami saya benar-benar telah meninggal.  Kemudian pukul 15.00 suami saya dimakamkan di Kampung Bangunrejo Kec. Bangunrejo

Demikianlah surat pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya semoga dapat dipergunakan sebagaimana baiknya.
Bangunrejo, 11 Maret 2019
Ahli Waris/Istri


………………………….




Subscribe to receive free email updates:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tinggalkan pesan