Buku Pedoman Pelaksanaan Program Keluarga Harapan Tahun 2019



Buku Pedoman Pelaksanaan Program Keluarga Harapan 2019

Sejak tahun 2007 pemerintah Indonesia telah melaksanakan Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai upaya memberi perlindungan sosial bagi keluarga miskin (KM). Sebagai bagian dari upaya penanggulangan kemiskinan melalui pemberian bantuan sosial bersyarat, dalam jangka pendek PKH diharapkan mampu membantu KM mengurangi beban pengeluaran. 



Pada jangka menengah PKH diharapkan mampu menciptakan perubahan perilaku peserta dalam mengakses layanan kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan sosial sehingga menghasilkan generasi yang Iebih sehat dan cerdas. Dalam jangka panjang PKH diharapkan dapat memutus rantai kemiskinan antar generasi.


Program ini dinalai sukses menurunkan jumlah keluarga miskin di Indonesia sampai dengan 4,8% lebih, sehingga pada tahun 2018 jumlah kepesertaan PKH di perluas sampai dengan 10 juta keluarga miskin berikut table peningkatan peserta dari tahun ke tahun.

Prgram Keluarga Harapan merupakan program unggulan Presiden Jokowi Widodo untuk mengurangi angka kemisninan di Republik Indonesia, sehingga program ini di padukan dengan program komplentaris lainnya, peserta PKH atau KPM Keluarga Penerima Manfaat bisa memanfaatkan program ini agar bisa mandiri secara ekonomi dan kesejahterannya pun meningkat.

Komplementaris Program Keluarga Harapan

Kementerian Sosial memaksimalkan komplementaritas perlindungan dan bantuan sosial PKH dan program subsidi lainnnya untuk percepatan penanganan kemiskinan di Indonesia PKH merupakan salah satu program untuk mempercepat pemerataan dan mengurangi kesenjangan sosial ekonomi. PKH mempunyai keunggulan dilihat dari penetapan kriteria penerima yakni Sembilan persen kelompok termiskin sehingga lebih tepat sasaran.

Oleh karena itu penerima PKH seharusnya juga menerima BPNT atau rastra, anak mereka menerima Kartu Indonesia Pintar, Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), Kartu Indonesia Sehat, subsidi listrik dan bantuan pemberdayaan berupa e-warong KUBE PKH. Jika mereka menerima secara komprehensif diharapkan maksimal lima tahun mandiri. JIka mereka menerima program ewarong KUBE PKH diharapkan dua tahun mandiri.

Subsidi dan bantuan kepada keluarga penerima manfaat uyang ada dalam APBN adalah program Beras Sejahtera (Rastra) dengan nilai bantuan 15 kilogram per bulan untuk setiap keluarga. Kini cakupannya mencapai 14,3 juta rumah tangga.


Bantuan berikutnya adalah penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebesar Rp. 110. 000 perbulan untuk tiap keluarga. Cakupan BPNT mencapai 1,28 juta.
Bantuan kesehatan dari penerima bantuan iuran jaminan Kesehatan Nasional sebesar Rp. 23.000 perbulan untuk setiap jiwa. Dengan jumlah total penerima 94,3 jiwa.

Bantuan pendidikan dan Program Indonesia Pintar sebesar Rp. 450.000,- petahun untuk anak SD. Untuk SMP sederajat Rp. 750.000,- pertahun peranak. Seentara untuk anak SMA dan sederajat mendapat Rp. 1 juta pertahun per anak. Total bantuan ini 19,7 juta anak.

Dengan komplementaritas perlindungan dan bantuan sosial kepada keluarga penerima manfaat akan memberikan daya ungkit dan manfaat untuk meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan bagi keluarga penerima manfaat. Agar mereka mampu memenuhi kebutuhan dasarnya, sehingga gini ratio antara warga negara yang berada pada level bawah dan level atas tidak terlalu jauh kesenjangannya

Untuk mensukseskan program Kementrian Sosial telah merekrut kurang lebih 40.000 SDM PKH baik di pusat provinsi maupun kabupaten, dan telah menerbitkan buku Pedoman Pelaksanaan Program Keluarga Harapan 2019 buku tersebut merupakan rujukan dan dasar dalam pelaksanaan program dari hulu ke hilir.

Buku tersebut harus di baca dan di pahami terutama bagi para pendamping social yang bersentuhan langsung dengan para KPM, sehingga dapat menjelaskan kriteria peserta program yang sebenarnya. SDM PKH yang akan mendownload buku tersebut silahkan klik link berikut ini Pedoman Pelaksanaan Program Keluarga Harapan 2019






Subscribe to receive free email updates:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tinggalkan pesan