Bahaya Sekulerisme Dalam Dunia Pendidikan, Bagian 2




Sahabat menarasiger.com melanjutkan artikel bahaya Sekulerisme Bagian 1 yang telah diposting sebelumnya, bahwa banyak sekali masalah yang sedang diahadapi oleh dunia pendidikan saat ini adalah bahwa masalah ini diwariskan dan dipaksakan kepada kita sejak zaman kolonial. Sebagian besar sistem pendidikan di negra-negara muslim diimpor dari Barat. Tujuan belajar hanya sekedar mengumpulkan informasi; bukan ilmu yang bermanfaat. Bukan amal sholih melainkan sertifikat.  Kultur pendidikan seperti ini merupakan bentuk kolonialisme dan invasi inteleketual dan budaya. Pendidikan yang diberikan kepada anak-anak kita di sekolah dan universitastidak ditujukan membangun peraturan islam dasar yang merupakan keyakinan Islam. Pendidikan telah mengubah mereka menjadi orang-orang sekuler yang menganjurkan untuk menanggalkan agama dalam kehidupan publik.

Krisis yang terjadi dalam dunia pendidikan dapat dirangkum dalam dua persoalan :
Peratama, Tujuan pendidikan yang menyimpang dan cenderung mengikuti agenda asing. Menyusupnya tujuan pendidikan asing sebagai agenda penjajahan. Agenda sekulerisasi system pendidikan dunia Islam telah semakin intensif akhir-akhir ini. Kedua, Orentasi pendidikan yang ngawur dan cenderung menjadikan pendidikan sebagai bisnis. Kapitalisasi dan komersialisasi pendidikan telah menajdi fenomena yang lumrah saat ini. Negeri-negeri muslim ramai-ramai melakukan privatisasi pendidikan demi tujuan komersil. Inilah kerusakan tujuan pendidikan sebagai konsekuensi diterapkannya sisitem ekonomi liberal kapitalis berbasis riba yang merusak tujuan pendidikan di dunia Islam.


Sungguh kapitalisme telah merendahkan ilmu pengetahuan layaknya barang dagngan. HUbungan maupun ruang lingkup ilmu pengetahuan terus menerus dinilai berdasar nilai ekonomi. Kegagalan maupun keberhasilan masing-masing bidang ilmu akan selalu diukur dengan kategori ekonomi. Jika lulusan banyak yang menjadi pengangguran maka pertanyaannya bukan pada metodologi atau pengajarannya melainkan apakah ilmu ini memiliki efek material atau tidak.
Tujuan Pendidikan

Peradaban Barat yang sekuler berusaha untuk memusnahkan wahyu sebagai otoritas ilmu tertinggi di dunia pendidikan untuk kepentingan colonial mereka. Sekulerisasi ilmu pengatahun sudah menjelma menajdi musuh dalam selimut umat Islam yang menggerogoti keimanan dan identitas umat. Peradaban Islam yang berdasarkan wahyu telah pudar  dan digantikan peradaban materealistik ala Barat.

Padahal system pendidikan yang sehat tidak akan bisa dibangun tanpa kejelasan pemahaman awal tentang apa yang seharusnya menjadi tujuan pendidikan dan bagaimana hasil pendidikan ini bermanfaat bagi masyarakat dan peradaban. JIka pemahaman awal ini yang menajdi pangkal sudah terjawab dengan jelas, maka masalah cabang seperti kebijakan, mata peajaran, metode pengajaran dan sebagainya, akan bisa dibentuk kemudian berdasrkan tujuan ini. Inilah pendekatan yang benar, bukan sebaliknya diadopsi oleh kebanyakan negeri muslim justru berfokus pada masalah hilir dan teknis tanpa kejelasan visi tentang tujuan pendidikan.

Sekulerisasi ilmu dalam system pendidikan hari ini telah menimbulkan dampak yang luar biasa pada umat. Proses sekulerisasi ini menajdi menajdi factor utama di dunia pendidikan modern hari ini. Hal demikian telah menimbulkan berkembangnya pragmatisme dalam pendidikan, yang tercermin dari tujuan pendidikan yang terlampau materealistik. Tujuan ini jauh dari tujuan untuk memeperbaiki kualitas manusia dan mengembangkan peradaban.

Pendidikan hari ini dengan berlandaskan kapitalisme dan proyek industrialiasi telah melahirkan “ The age of abudance knowledge “. Akan tetapi, semua itu tidak tidak mampu menjawab krisis kemanusiaan, krisis ekonomi, krisis moral dan krisis generasi. Produksi ilmu pengetahuan dan teknologi hari ini terjadi dengan luar biasa ceat , namun tidak mampu menciptakan dunia menjadi lebih baik. Manusia terus menerus memproduksi ilmu pengetahuan namun terus menerus pula memproduksi krisis.

Inilah bentuk kerusakan tujuan pendidikan, yang menjadikan dirinya sebagai pernaykit di dalam system pendidikan di negeri-negeri Islam. Pernyakit ini yaitu sekulerisme, telah merusak dan menjadi gerbang bagi menyusupnya tujuan-tujuan ruasak lainnya di dunai pendidikan.

 Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas, dalam bukunya, Islam and Secularism, merumuskan bahwa tujuan pendidikan adalah untuk menghasilkan orang yang baik. Siapakah manusia yang baik atau manusia beradab itu? Dalam pandangan Islam manusia seperti ini adalah manusia yang kenal akan robbnya, tahu akan dirinya, menajdikan nabi Muhammad sebagai uswatun hasanah, mengikuti para ulama sebagai pewaris nabi, dan berbagai kriteria manusia baik lainnya. dikutip dari majalah Tabligh


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bahaya Sekulerisme Dalam Dunia Pendidikan, Bagian 2"

Posting Komentar

tinggalkan pesan